[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"shared:seo":3,"shared:contact":10,"shared:careers":16,"gp:pestisida-organik-cair-dari-kulit-bawang-merah":21,"shared:logo":73},{"title":4,"og_image":6,"description":7},{"en":5,"id":5},"Bene Pyto Tani Jaya","",{"en":8,"id":9},"A trusted producer of fertilizers and agricultural solutions in Indonesia. Flagship product BenSil+.","Produsen tepercaya pupuk dan solusi pertanian di Indonesia. Produk unggulan BenSil+.",{"phone":11,"message":12,"email":15},"628561060042",{"en":13,"id":14},"Hello, Bene. ","Halo Bene.","benetanijaya@gmail.com",{"enabled":17,"applicationsEnabled":17,"badge":18,"title":19,"subtitle":20},true,{"id":6,"en":6},{"id":6,"en":6},{"id":6,"en":6},{"slug":22,"image":23,"tag":24,"title":27,"excerpt":30,"author":33,"published_at":34,"read_minutes":35,"sections":36,"video_url":23},"pestisida-organik-cair-dari-kulit-bawang-merah",null,{"en":25,"id":26},"Pest Management","Pengendalian Hama",{"en":28,"id":29},"How to Make Liquid Organic Pesticide from Shallot Skins?","Bagaimana Cara Membuat Pestisida Organik Cair dari Kulit Bawang Merah?",{"en":31,"id":32},"A guide to making organic pesticide from shallot-skin waste with material ratios and a 2-day fermentation process.","Panduan membuat pestisida organik dari limbah kulit bawang merah dengan perbandingan bahan dan proses fermentasi selama 2 hari.","Administrator","2026-07-30T00:00:00+00:00",3,[37,45,65],{"heading":38,"paragraphs":41},{"en":39,"id":40},"Question and Materials","Pertanyaan dan Bahan",[42],{"en":43,"id":44},"A farmer asks how to make organic pesticide from shallot-skin waste along with the right amounts of water, EM4, and shallot skins. An IPB University expert lists the tools and materials needed: shallot-skin waste, clean water, a mortar or blender, a strainer, a plastic bottle, and a spray bottle.","Seorang petani menanyakan cara membuat pestisida organik dari limbah kulit bawang merah beserta takaran yang tepat untuk air, EM4, dan jumlah kulit bawang merah yang diperlukan. Pakar IPB University menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan: limbah kulit bawang merah, air bersih, cobek atau blender, saringan, botol plastik, dan botol semprot.",{"heading":46,"paragraphs":49},{"en":47,"id":48},"Preparation Steps","Langkah Pembuatan",[50,53,56,59,62],{"en":51,"id":52},"Collect 1 kilogram of shallot-skin waste, making sure it is not mixed with other trash.","Kumpulkan 1 kilogram limbah kulit bawang merah yang dipastikan tidak tercampur sampah lain.",{"en":54,"id":55},"Grind the shallot skins with a mortar or blender until fine, then put them into a plastic bottle.","Haluskan kulit bawang merah menggunakan cobek atau blender hingga lembut, kemudian masukkan ke dalam botol plastik.",{"en":57,"id":58},"Add clean water at a 1:1 ratio (for example 1 liter of water per 1 kilogram of shallot skins) and add 10 milliliters of EM4 to the mixture.","Tambahkan air bersih dengan perbandingan 1:1 (misalnya 1 liter air untuk 1 kilogram kulit bawang merah) dan tambahkan 10 mililiter EM4 ke dalam campuran.",{"en":60,"id":61},"Close the bottle tightly, shake briefly, then leave it for 2 days to ferment.","Tutup botol rapat, kocok sebentar, lalu biarkan selama 2 hari untuk proses fermentasi.",{"en":63,"id":64},"After 2 days, strain the fermented liquid and pour the result into a spray bottle.","Setelah 2 hari, saring cairan fermentasi menggunakan saringan dan masukkan hasilnya ke dalam botol semprot.",{"heading":66,"paragraphs":69},{"en":67,"id":68},"Use and Benefits","Penggunaan dan Manfaat",[70],{"en":71,"id":72},"The organic pesticide from shallot-skin waste is ready to apply by spraying once a week as prevention. On pest-infested plants, spraying can be done 2 to 3 times a week as needed. This pesticide is natural and environmentally friendly, so it is safe for regular use.","Pestisida organik dari limbah kulit bawang merah siap diaplikasikan pada tanaman dengan penyemprotan seminggu sekali sebagai pencegahan. Pada tanaman yang terserang hama, penyemprotan dapat dilakukan 2 hingga 3 kali seminggu sesuai kebutuhan. Pestisida ini bersifat alami dan ramah lingkungan sehingga aman digunakan secara berkala.","https:\u002F\u002Fumzatufkrsyaiwzkjnwl.supabase.co\u002Fstorage\u002Fv1\u002Fobject\u002Fpublic\u002Froot-images\u002Flogo.svg"]