[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"shared:seo":3,"shared:contact":10,"gp:peralihan-musim-dan-dampaknya-terhadap-produksi-bawang-merah":16,"shared:careers":73,"shared:logo":78},{"title":4,"og_image":6,"description":7},{"en":5,"id":5},"Bene Pyto Tani Jaya","",{"en":8,"id":9},"A trusted producer of fertilizers and agricultural solutions in Indonesia. Flagship product BenSil+.","Produsen tepercaya pupuk dan solusi pertanian di Indonesia. Produk unggulan BenSil+.",{"phone":11,"message":12,"email":15},"628561060042",{"en":13,"id":14},"Hello, Bene. ","Halo Bene.","benetanijaya@gmail.com",{"slug":17,"image":18,"tag":19,"title":22,"excerpt":25,"author":28,"published_at":29,"read_minutes":30,"sections":31,"video_url":18},"peralihan-musim-dan-dampaknya-terhadap-produksi-bawang-merah",null,{"en":20,"id":21},"Crop Planning","Perencanaan Tanam",{"en":23,"id":24},"Seasonal Transition and Its Impact on Shallot Production","Peralihan Musim dan Dampaknya terhadap Produksi Bawang Merah",{"en":26,"id":27},"The transition from the rainy to the dry season generally raises shallot production due to lower rainfall and fewer pest attacks, though vigilance against pests and diseases is still needed.","Peralihan musim dari hujan ke kemarau umumnya meningkatkan produksi bawang merah karena curah hujan lebih rendah dan serangan hama lebih sedikit, meski kewaspadaan terhadap OPT tetap diperlukan.","Administrator","2026-07-31T00:00:00+00:00",5,[32,43,54,65],{"heading":33,"paragraphs":36},{"en":34,"id":35},"Positive Impact of Seasonal Transition","Dampak Positif Peralihan Musim",[37,40],{"en":38,"id":39},"The change from the rainy to the dry season brings a positive impact on shallot production. In this transition, yields can rise significantly compared to the rainy season. This is because the weather is friendlier to shallot growth, with less rainfall and higher sunlight intensity.","Perubahan musim dari hujan ke kemarau membawa dampak positif bagi produksi bawang merah. Pada masa peralihan ini, hasil panen dapat meningkat signifikan dibandingkan saat musim hujan. Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang lebih bersahabat bagi pertumbuhan bawang merah, dengan curah hujan lebih sedikit dan intensitas cahaya matahari lebih tinggi.",{"en":41,"id":42},"In the rainy season, shallot production is often hampered by pests and diseases such as armyworm (Spodoptera exigua) and the fungus Alternaria porri that causes purple blotch. Pest and disease pressure in the rainy season can cause significant losses. However, with regular nutrition and pesticide application, crop failure can be minimized.","Saat musim hujan, produksi bawang merah sering terhambat oleh serangan hama dan penyakit, seperti ulat grayak (Spodoptera exigua) serta cendawan Alternaria porri yang menyebabkan bercak ungu. Tingkat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada musim hujan dapat menyebabkan kerugian signifikan. Namun, dengan pemberian nutrisi dan pestisida secara teratur, kegagalan panen dapat diminimalkan.",{"heading":44,"paragraphs":47},{"en":45,"id":46},"The Influence of Climate Change","Pengaruh Perubahan Iklim",[48,51],{"en":49,"id":50},"Based on data from BRIN's Center for Climate and Atmosphere Research (PRIMA), the chance of La-Nina begins to fade mid-year, but there is still potential for high rainfall into the start of the following year. This can raise the risk of pest and disease attacks on shallot cultivation.","Berdasarkan data Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN, peluang terjadinya La-Nina mulai berkurang pada pertengahan tahun, namun masih ada potensi curah hujan tinggi hingga awal tahun berikutnya. Hal ini dapat meningkatkan risiko serangan OPT pada budidaya bawang merah.",{"en":52,"id":53},"BMKG forecasts interpreted by the Katam Balitklimat team show that early-year rainfall is generally moderate (100-200 mm per month) with normal character. In mid to late year, rainfall tends to be above normal. Shallot farmers must still stay alert to potential pest attacks during the plant's generative phase.","Prediksi BMKG yang ditafsirkan oleh Tim Katam Balitklimat menunjukkan bahwa curah hujan pada awal tahun umumnya berintensitas sedang (100-200 mm per bulan) dengan sifat hujan normal. Sementara pada pertengahan hingga akhir tahun, curah hujan cenderung di atas normal. Petani bawang merah tetap harus waspada terhadap potensi serangan hama pada fase generatif tanaman.",{"heading":55,"paragraphs":58},{"en":56,"id":57},"The Link Between Climate and Productivity","Hubungan Iklim dan Produktivitas",[59,62],{"en":60,"id":61},"Studies show that rainfall intensity and the number of rainy days do not greatly affect shallot productivity. However, the number of dry months has a positive correlation with yield. That is, the longer the dry period, the higher the potential shallot productivity.","Studi menunjukkan bahwa intensitas curah hujan dan jumlah hari hujan tidak terlalu berpengaruh terhadap produktivitas bawang merah. Namun, jumlah bulan kering memiliki korelasi positif terhadap hasil panen. Artinya, semakin panjang periode kering, semakin tinggi potensi produktivitas bawang merah.",{"en":63,"id":64},"Other research shows shallot production is higher in the dry season than the rainy season, because shallots are prone to rot under high rainfall. Even so, the plant still needs sufficient water for optimal growth. Without enough water, shallot growth can be stunted and the plant dries out.","Penelitian lain menunjukkan produksi bawang merah lebih tinggi pada musim kemarau dibandingkan musim hujan. Hal ini disebabkan sifat bawang merah yang rentan membusuk pada curah hujan tinggi. Meski begitu, tanaman tetap membutuhkan ketersediaan air yang cukup agar pertumbuhannya optimal. Jika kekurangan air, pertumbuhan bawang merah dapat terhambat dan tanaman menjadi kering.",{"heading":66,"paragraphs":69},{"en":67,"id":68},"Optimizing Production Through Proper Management","Optimalisasi Produksi melalui Pengelolaan Tepat",[70],{"en":71,"id":72},"The transition from the rainy to the dry season clearly benefits shallot production. More stable conditions and fewer pest attacks yield higher harvests. Nonetheless, vigilance is still needed against pest and disease attacks that can rise with dynamic climate change. With good land management, adequate nutrition, and proper pest and disease control, shallot production can keep being optimized under various weather conditions.","Peralihan dari musim hujan ke kemarau terbukti membawa keuntungan bagi produksi bawang merah. Kondisi yang lebih stabil dan minim serangan hama membuat hasil panen lebih tinggi. Meski begitu, tetap diperlukan kewaspadaan terhadap potensi serangan hama dan penyakit yang dapat meningkat akibat perubahan iklim yang dinamis. Dengan pengelolaan lahan yang baik, pemberian nutrisi yang cukup, serta pengendalian OPT yang tepat, produksi bawang merah dapat terus dioptimalkan di berbagai kondisi cuaca.",{"enabled":74,"applicationsEnabled":74,"badge":75,"title":76,"subtitle":77},true,{"id":6,"en":6},{"id":6,"en":6},{"id":6,"en":6},"https:\u002F\u002Fumzatufkrsyaiwzkjnwl.supabase.co\u002Fstorage\u002Fv1\u002Fobject\u002Fpublic\u002Froot-images\u002Flogo.svg"]