[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"shared:seo":3,"shared:contact":10,"shared:careers":16,"gp:penyakit-blas-dan-rekomendasi-pengendaliannya":21,"shared:logo":75},{"title":4,"og_image":6,"description":7},{"en":5,"id":5},"Bene Pyto Tani Jaya","",{"en":8,"id":9},"A trusted producer of fertilizers and agricultural solutions in Indonesia. Flagship product BenSil+.","Produsen tepercaya pupuk dan solusi pertanian di Indonesia. Produk unggulan BenSil+.",{"phone":11,"message":12,"email":15},"628561060042",{"en":13,"id":14},"Hello, Bene. ","Halo Bene.","benetanijaya@gmail.com",{"enabled":17,"applicationsEnabled":17,"badge":18,"title":19,"subtitle":20},true,{"id":6,"en":6},{"id":6,"en":6},{"id":6,"en":6},{"slug":22,"image":23,"tag":24,"title":27,"excerpt":30,"author":33,"published_at":34,"read_minutes":35,"sections":36,"video_url":23},"penyakit-blas-dan-rekomendasi-pengendaliannya",null,{"en":25,"id":26},"Pest Management","Pengendalian Hama",{"en":28,"id":29},"Blast Disease and Its Control Recommendations","Penyakit Blas dan Rekomendasi Pengendaliannya",{"en":31,"id":32},"Blast is a major rice disease that can attack both vegetative and generative phases, caused by the fungus Pyricularia oryzae, controlled through cultivation management and plant health.","Penyakit blas adalah penyakit penting pada padi yang dapat menyerang fase vegetatif dan generatif, disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae, dengan pengendalian melalui manajemen budidaya dan kesehatan tanaman.","Administrator","2026-08-10T00:00:00+00:00",5,[37,48,59,67],{"heading":38,"paragraphs":41},{"en":39,"id":40},"Symptoms of Blast Disease","Gejala Penyakit Blas",[42,45],{"en":43,"id":44},"Symptoms can be found on leaves, stems, panicles, and grains. On leaves they appear as concentric spots, usually diamond-shaped, with a grayish-white center and reddish-brown margins. On the panicle stalk the disease causes rot, leaving the panicle empty because the products of photosynthesis cannot be transported.","Gejala dapat dijumpai pada daun, batang, malai, dan bulir. Gejala pada daun berupa bercak konsentris umumnya berbentuk belah ketupat dengan pusat berwarna putih keabu-abuan dan tepian berwarna coklat kemerahan. Gejala pada tangkai malai menyebabkan pembusukan sehingga malai hampa karena hasil fotosintesis tidak dapat disalurkan.",{"en":46,"id":47},"Leaf blast infection peaks in the period between the nursery stage and tillering. After that, the attack rate declines because older leaves are relatively resistant. During panicle formation, blast strikes again, mainly on the stem nodes and panicle stalk.","Tingkat infeksi blas daun tertinggi pada periode antara pembibitan dan pembentukan anakan. Setelah itu, tingkat serangan menurun karena daun yang tua relatif tahan. Pada masa pembentukan malai, blas menyerang lagi terutama pada ruas batang dan tangkai malai padi.",{"heading":49,"paragraphs":52},{"en":50,"id":51},"Cause and Bioecology","Penyebab dan Bioekologi",[53,56],{"en":54,"id":55},"The scientific name of the causal fungus is Pyricularia oryzae. The main source of blast is diseased rice plants. Rice seed can also be a source. Blast that infects grasses can move to rice after adapting to susceptible rice varieties.","Nama ilmiah cendawan penyebab adalah Pyricularia oryzae. Sumber utama penyakit blas adalah tanaman padi yang sakit. Benih padi juga bisa menjadi sumber penyakit. Blas yang menyerang rerumputan dapat menyerang padi setelah beradaptasi pada varietas padi yang rentan.",{"en":57,"id":58},"Spread occurs through wind and water splash. The fungus needs a dew period of at least 5 hours to germinate and infect plant tissue. The optimum temperature for spore germination is 25-28 degrees Celsius. In general, blast attacks under dry weather with a wide day-night temperature gap that lengthens the dew period.","Penyebaran dapat melalui angin dan percikan air. Cendawan membutuhkan periode embun minimal 5 jam untuk bisa berkecambah dan menginfeksi jaringan tanaman. Suhu optimum untuk perkecambahan spora adalah 25-28 derajat Celsius. Secara umum blas menyerang dalam kondisi cuaca kering dengan perbedaan suhu siang dan malam yang cukup tinggi sehingga periode embun lebih lama.",{"heading":60,"paragraphs":63},{"en":61,"id":62},"Triggering Factors","Faktor Pemicu Serangan",[64],{"en":65,"id":66},"Blast attacks can be triggered by plant stress such as water shortage and herbicide use. Not returning straw to the field leaves plants deficient in potassium and silica. The dry season raises the risk of blast. Unhealthy or pathogen-carrying seed is also a risk factor.","Serangan penyakit blas dapat dipicu oleh kondisi stres pada tanaman seperti kekurangan air dan penggunaan herbisida. Tidak kembalinya jerami ke lahan menyebabkan tanaman kekurangan unsur Kalium dan Silika. Musim kemarau meningkatkan risiko serangan blas. Benih yang tidak sehat atau terbawa patogen juga menjadi faktor risiko.",{"heading":68,"paragraphs":71},{"en":69,"id":70},"Control Recommendations","Rekomendasi Pengendalian",[72],{"en":73,"id":74},"Return straw to the field as a source of potassium and silica, avoid herbicide use, and soak seed with PGPR (plant growth-promoting rhizobacteria) to raise plant resistance. Be more vigilant when leaf blast appears because it can lead to neck blast; one measure is spraying compost tea.","Kembalikan jerami ke lahan sebagai sumber kalium dan silika, hindari penggunaan herbisida, dan rendam benih dengan PGPR (bakteri perakaran pemicu pertumbuhan) untuk meningkatkan ketahanan tanaman. Lebih waspada ketika ada serangan blas daun karena berpotensi menimbulkan penyakit blas leher, dengan cara menyemprotkan teh kompos.","https:\u002F\u002Fumzatufkrsyaiwzkjnwl.supabase.co\u002Fstorage\u002Fv1\u002Fobject\u002Fpublic\u002Froot-images\u002Flogo.svg"]