[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"shared:seo":3,"shared:contact":10,"gp:cara-efektif-mengatasi-penyakit-antraknosa-pada-cabai":16,"shared:careers":59,"shared:logo":64},{"title":4,"og_image":6,"description":7},{"en":5,"id":5},"Bene Pyto Tani Jaya","",{"en":8,"id":9},"A trusted producer of fertilizers and agricultural solutions in Indonesia. Flagship product BenSil+.","Produsen tepercaya pupuk dan solusi pertanian di Indonesia. Produk unggulan BenSil+.",{"phone":11,"message":12,"email":15},"628561060042",{"en":13,"id":14},"Hello, Bene. ","Halo Bene.","benetanijaya@gmail.com",{"slug":17,"image":18,"tag":19,"title":22,"excerpt":25,"author":28,"published_at":29,"read_minutes":30,"sections":31,"video_url":18},"cara-efektif-mengatasi-penyakit-antraknosa-pada-cabai",null,{"en":20,"id":21},"Pest Management","Pengendalian Hama",{"en":23,"id":24},"How to Effectively Deal with Anthracnose on Chili Plants?","Bagaimana Cara Efektif Mengatasi Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai?",{"en":26,"id":27},"A guide to handling anthracnose on chili through sanitation and intensive fungicide spraying, with prevention steps for the next planting season.","Panduan mengatasi antraknosa pada cabai melalui sanitasi dan penyemprotan fungisida secara intensif, disertai langkah pencegahan untuk musim tanam berikutnya.","Administrator","2026-08-08T00:00:00+00:00",3,[32,40,48],{"heading":33,"paragraphs":36},{"en":34,"id":35},"Farmer's Question","Pertanyaan Petani",[37],{"en":38,"id":39},"A farmer faces blackish-brown spots on chili fruit that spread until the fruit rots and drops. They ask for effective steps to handle anthracnose and to prevent it next season using Integrated Pest Management (IPM).","Seorang petani mengalami masalah pada tanamannya dengan gejala bercak cokelat kehitaman pada buah cabai yang meluas hingga menyebabkan pembusukan dan kerontokan. Ia meminta saran mengenai langkah-langkah efektif mengatasi antraknosa serta pencegahan untuk musim tanam berikutnya dengan metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT).",{"heading":41,"paragraphs":44},{"en":42,"id":43},"First Step: Garden Sanitation","Langkah Pertama: Sanitasi Kebun",[45],{"en":46,"id":47},"The first step is to collect and destroy all diseased fruit and leaves, whether still on the plant or already fallen. Good sanitation is the key to suppressing disease development.","Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan dan memusnahkan seluruh buah serta daun yang terserang penyakit, baik yang masih menempel pada tanaman maupun yang telah gugur. Sanitasi yang baik merupakan kunci keberhasilan dalam menekan perkembangan penyakit.",{"heading":49,"paragraphs":52},{"en":50,"id":51},"Fungicide Application and Follow-up Control","Aplikasi Fungisida dan Pengendalian Lanjutan",[53,56],{"en":54,"id":55},"After sanitation, spray fungicide intensively, three times a week for the first two weeks. Once symptoms begin to subside, spraying frequency can be reduced gradually.","Setelah sanitasi selesai, segera lakukan penyemprotan fungisida secara intensif, yaitu 3 kali seminggu selama dua minggu pertama. Apabila gejala mulai berkurang, frekuensi penyemprotan dapat dikurangi secara bertahap.",{"en":57,"id":58},"Importantly, spraying must be done after all affected plant parts have been removed, because remaining infection sources reduce the effectiveness of control.","Penting diperhatikan bahwa penyemprotan harus dilakukan setelah seluruh bagian tanaman yang terserang telah dibuang, karena sisa sumber infeksi akan mengurangi efektivitas pengendalian.",{"enabled":60,"applicationsEnabled":60,"badge":61,"title":62,"subtitle":63},true,{"id":6,"en":6},{"id":6,"en":6},{"id":6,"en":6},"https:\u002F\u002Fumzatufkrsyaiwzkjnwl.supabase.co\u002Fstorage\u002Fv1\u002Fobject\u002Fpublic\u002Froot-images\u002Flogo.svg"]